Bohadschia marmorata • 111,8× lipat H. atra (Titer 1:256, MHC 1,61 μg/mL)
Dua subunit protein dominan & 1 pita minor oligomerik ~80–85 kDa
Efluen Flow-Through sebagai fraksi fungsional utama bebas garam NaCl & lendir FCS
Protein pengikat karbohidrat (lektin dan hemaglutinin) dari teripang (Holothuroidea) memiliki potensi biomedis sebagai agen pengenal glikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas hemaglutinasi protein dari tiga spesies teripang asal Pulau Tidung (Bohadschia marmorata, Holothuria atra, dan Stichopus horrens), dilanjutkan dengan analisis fraksi ekstrak protein dari sampel teripang terpilih menggunakan SDS-PAGE dan kromatografi penukar anion kuat (HiTrap Q HP 5 mL). Protein diekstraksi menggunakan bufer Tris-HCl dingin (pH 7,6), dipresipitasi dengan amonium sulfat 70%, didialisis (10 kDa MWCO), dan diuji terhadap suspensi eritrosit kelinci 2%.
Ketiga spesies teripang menunjukkan aktivitas hemaglutinasi, dengan Holothuria atra menghasilkan rendemen protein tertinggi (2,880 mg/g jaringan basah), sedangkan B. marmorata terpilih sebagai kandidat unggulan karena memiliki aktivitas spesifik hemaglutinasi tertinggi (12.421,10 ± 5.504,32 HU/mg; titer 1:256). Analisis SDS-PAGE pada kandidat terpilih B. marmorata mengidentifikasi profil subunit yang didominasi oleh dua pita mayor pada ~46–48 dan ~40 kDa serta satu pita minor pada ~80–85 kDa. Kromatografi penukar anion kuat HiTrap Q HP 5 mL memisahkan B. marmorata menjadi fraksi tak terikat flow-through (Puncak A; titer 1:16; 580,42 HU/mg) dan fraksi terelusi garam (Puncak B; titer 1:4), yang menunjukkan efluen flow-through sebagai fraksi protein hemaglutinin fungsional utama dengan potensi hemaglutinasi tertinggi.
Lektin merupakan protein non-imunologis yang mengikat motif karbohidrat kompleks secara spesifik dan multivalen, sehingga berpotensi mengenali antigen karbohidrat terkait tumor (tumor-associated carbohydrate antigens / TACAs) serta memicu apoptosis sel kanker secara selektif. Teripang memanfaatkan molekul pengenal pola ini dalam sistem imunitas bawaan mereka.
Pilih tahapan riset di bawah ini untuk melihat rincian protokol analitis, rasional biokimia, dan tombol pintas ke data eksperimen terkait:
| Spesies Teripang | Famili | Bobot Pelet (g) | Kadar Protein (mg/mL) | Rendemen (mg/g) | Titer HA (TRBC 2%) | Aktivitas Spesifik (HU/mg) | MHC (μg/mL) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bohadschia marmorata | Holothuriidae | 5,226 | 0,412 ± 0,183 | 0,103 | 1:256 | 12.421,10 ± 5.504,32 | 1,61 (~0,08 μg/sumur) |
| Holothuria atra | Holothuriidae | 9,749 | 11,520 ± 0,744 | 2,880 (Tertinggi) | 1:64 | 111,12 ± 7,17 | 180,00 (~9,00 μg/sumur) |
| Stichopus horrens | Stichopodidae | 1,035 | 0,918 ± 0,425 | 0,153 | 1:32 | 697,18 ± 322,69 | 28,69 (~1,43 μg/sumur) |
*Catatan: Rendemen dihitung dari rasio massa protein terlarut pasca-dialisis per 60,0 g bobot basah dinding tubuh. Pengujian duplo (n = 2) dalam bufer Tris-HCl tanpa suplementasi CaCl2 eksogen. Aktivitas volumetrik B. marmorata = 5.120 HU/mL.
Analisis Komparatif Bioaktivitas: H. atra menghasilkan perolehan pelet dan rendemen protein terekstraksi tertinggi (2,880 mg/g; 11,520 ± 0,744 mg/mL) yang didominasi protein struktural. Sebaliknya, B. marmorata memiliki aktivitas spesifik hemaglutinasi mencapai 12.421,10 ± 5.504,32 HU/mg, yaitu 111,8× lebih tinggi dari H. atra dan 17,8× lebih tinggi dari S. horrens dengan MHC terendah (1,61 μg/mL), menjadikannya kandidat unggulan untuk karakterisasi dan fraksinasi lebih lanjut.
Mempertahankan aglutinasi hingga sumur 8 (1:256) dengan konsentrasi hemaglutinasi minimum (MHC) 1,61 μg/mL (~0,08 μg protein per sumur), membuktikan afinitas pengikatan eritrosit yang sangat peka.
Pilih subunit protein untuk menampilkan identitas bobot molekul dan penjelasan biokimiawinya:
Pilih fraksi FPLC untuk menginspeksi parameter serapan UV280, konduktivitas, dan titer hemaglutinasinya:
Lektin dinding tubuh B. marmorata pada efluen flow-through memiliki titik isoelektrik netral/basa (pI ≥ 7,6) sehingga tidak bermuatan negatif bersih pada bufer Tris-HCl pH 7,6 dan langsung lolos tanpa terikat matriks kationik kuaterner amonium. Sementara itu, lendir dinding tubuh yang kaya akan glikosaminoglikan polianionik fucosylated chondroitin sulfate (FCS) bermuatan sulfat masif (-SO3−) tertahan kuat pada matriks kolom. Dengan demikian, kolom HiTrap Q HP bertindak efektif sebagai negative chromatography filter yang membebaskan lektin fungsional pada flow-through dari kontaminan lendir endogen!
| Puncak / Fraksi | Deskripsi Fase & Volume Retensi | Luas Area UV280 (mAU·mL & %) | Konduktivitas (mS/cm) | Respons Hemaglutinasi (TRBC 2%) |
|---|---|---|---|---|
| Puncak A (Flow-Through) | Efluen tidak terikat; apeks 3,43 mL (pool 21,91 mL) | 222,056 mAU·mL (31,62%) | 4,02 mS/cm | Positif (+) [Titer 1:16] |
| Puncak B (Elusi Gradien) | Fraksi terikat elusi 0–1,0 M NaCl; apeks 56,42 mL (Fraksi 6–16, pool 55,01 mL) | 440,782 mAU·mL (62,77%) | 37,95 mS/cm | Positif (+) [Fraksi 7–16 aktif; Titer 1:4 (Apeks F9–F10)] |
| Fase Akhir Gradien | Desorpsi konduktivitas tinggi pada akhir gradien (~0,82 M NaCl); retensi 101,45 mL (pool 10,80 mL) | 39,343 mAU·mL (5,60%) | 68,72 mS/cm | Aktivitas meluruh [Fraksi 18 Titer 1:2] |
| Puncak / Fraksi ÄKTA go | Kadar Protein (μg/mL) | Titer Hemaglutinasi | Aktivitas Volumetrik (HU/mL) | Aktivitas Spesifik (HU/mg) | MHC (μg/mL) |
|---|---|---|---|---|---|
| Puncak A (Flow-Through) | 551,33 | 1:16 | 320 | 580,42 | 34,46 (~1,72 μg/sumur) |
| Fraksi 9 (Awal Puncak B) | <LOQ* | 1:4 | 80 | — | — |
| Fraksi 10 (Lereng Naik) | 328,44 | 1:4 | 80 | 243,58 | 82,11 |
| Fraksi 11 (Apeks Puncak B) | 412,67 | 1:4 | 80 | 193,86 | 103,17 |
| Fraksi 12 (Lereng Turun) | 272,11 | 1:4 | 80 | 294,00 | 68,03 |
| Fraksi 18 (Akhir Gradien) | <LOQ* | 1:2 | 40 | — | — |
Keterangan: TRBC 2% dalam bufer Tris-HCl pH 7,2. Aktivitas volumetrik = Titer / 0,050 mL. Aktivitas spesifik = Aktivitas Volumetrik (HU/mL) / Konsentrasi Protein (mg/mL). MHC = Konsentrasi Protein (μg/mL) / Titer. (*) Nilai absorbansi Fraksi 9 (A595 = 0,4613) dan Fraksi 18 (A595 = 0,4662) berada di bawah batas kuantifikasi analitis (<LOQ) karena setara sinyal latar bufer blangko triplo (A595 = 0,4693); rasio aktivitas spesifik dan MHC tidak dikalkulasi guna menghindari artifak numerik pembagian.